Memulai Usaha
membuat minuman Beras Kencur dari rumah, dengan tanganya sendiri , kini
Mooryati dikenal memiliki berbagai Usaha, dengan lebih 700 karyawan.
Soedibyo, kelahiran Sleman. Yogyakarta, sarjana tekstil
pensiunan pejabat tinggi departemen perindustrian. Sedang istrinya, Mooryati,
yang mungkin lebih banyak diketahui, cucu Raja Surakarta Susuhunan Paku Buwono
X adalah Pribadi mandiri yang sejak usia tiga tahun telah digembleng neneknya,
tinggal bersama di Keputren Keraton. Sebagai wanita pengusaha, Mooryati adalah
produsen berbagai ragam jamu dan kosmetika tradisonal, plus sekian banyak usaha
bisnis lainnya.
Mooryati sangat bersemangat dalam memajukan usahanya. Sesuatu
yang wajar. Bahkan sesungguhnya harus menjadi jati diri setiap pengusaha.
Apalagi karena sifat bisnisnya sebuah produk, menjadi tidak relevan tuduhan
menerima fasilitas. Sebab dalam hal ini, tingkat keberhasilan justru akan
tergantung kepada penerimaan masyarakat pengguna produknya. Sekalipun menikmati
fasilitas berlimpah, banyak produk sejenis juga bertebaran di masyarakat.
Pandangan masyarakat menjadi batu ujian, kualitas produknya baik atau jelek,
punya daya saing atau tidak.
Ada ungkapan klasik. Nabi tidak dikenal di
kampungnya sendiri. Tahun lalu. Mooryati meraih penghargaan dari The Asian
Institute of Management (AIM) di Manila. Philipina. Mooryati terpilih selaku
seorang wanita pengusaha. Asia yang berhasil menerapkan prinsip manajemen
modern (meski produknya tradisonal) dalam bisnis. Penghargaan ini membuktikan,
sebagai wanita pengusaha, lewat penilaian para ahli manajemen Asia, Mooryati
terbukti telah berada di jalur yang benar.”